Ciri budaya Filipina
Biasanya, khas budaya-budaya Filipina itu sangat berbau Asia, namun juga berbau Spanyol. Tentu saja ini disebabkan karena sejarah penjajahan Filipina oleh Spanyol, sehingga terdapat banyak percampuran budaya. Percampuran budaya Spanyol dan Asia Melayu inilah yang menurut saya membuat budaya-budaya Filipina sangat menarik dan beda dari yang lain.
1. Jeepney
Jeepney, dikenal juga dengan "Raja Jalanan", merupakan kendaraan angkutan umum yang dapat menampung 15-25 orang. Bagian depannya tampak seperti jeep, namun ciri khas jeepney adalah ornamen dan hiasan yang sangat banyak, norak, dan selalu penuh dengan warna dan warna-warni. Jeepney memiliki bentuk badan yang memanjang kebelakang, dan sebenarnya dibuat dari mobil Jeep Militer AS yang pada saat itu digunakan untuk kebutuhan Perang Dunia II.
2. Tradisi Bayanihan
Tradisi Bayanihan merupakan tradisi memindahkan seluruh bagian rumah ke daerah yang baru. Masyarakat Filipina biasanya akan mengangkat seluruh bagian rumah, termasuk struktur-strukturnya ke lokasi baru dalam jarak tertentu, tujuan simplenya hanya untuk memindahkan rumah ke lingkungan yang dianggap lebih baik. Untuk mengangkat 1 rumah ke lokasi baru, harus membutuhkan 15-20 orang untuk mengangkatnya.
Tradisi ini mampu memunculkan rasa semangat persatuan dan kerjasama di antara masyarakat Filipina. Selain itu, konsep tradisi ini juga mampu menunjukkan bahwa tolong menolong antar sesama itu perlu dan tidak perlunya adalah mengharapkan sebuah imbalan.
3. Debut
Debut merupakan tradisi unik gadis Filipina dalam peryaan ulang tahun ke-18nya. Ketika seorang gadis sudah menginjak umur 18 tahun, pasti selalu merayakan pesta besar-besaran yang disebut "debut", dengan hal-hal yang berkaitan dengan angka 18. Contohnya ada 18 tangkai bunga, 18 buah lilin, dan hal lain yang serba 18. Di dalam pesta tersebut terdapat tarian yang hanya dilakukan oleh 18 laki-laki terpilih kemudian memberikan sebuah bunga yang disukai oleh si gadis yang sedang berulang tahun. Biasanya juga selalu diadakan sebuah sesi pidato dari teman-teman si gadis yang sedang berulang tahun yang diterangi oleh 18 lilin.
4. Tradisi Suku Kalinga: Menatto tubuh sebagai tanda kecantikan
Biasanya tatto-menatto banyak dilakukan oleh kaum pria, namun berbeda lagi bagi Suku Kalinga yang berada di Filipina ini. Mereka justru diwajibkan menatto seluruh badan mereka ketika sudah beranjak dewasa sebagai tanda kematangan diri.
Hanya ada 1 orang anggota suku yang boleh menato warganya. Orang tersebut adalah Apo Whang-Od. Seorang wanita tua yang ternyata sudah berusia sekitar 101 tahun. Penerusnya nanti adalah keponakannya sendiri yang bernama Grace Palicas.
Perempuan disana menganggap bahwa tatto adalah sebuah perhiasan. Wanita Suku Kalinga yang sudah bertatto dianggap sudah siap untuk menikah. Tatto yang terdapat di seluruh badannya dapat meningkatkan sumber kecantikan dan menjadi daya tarik bagi pria.
5. Dinuguan
"Dinunguan" yang berarti "berdarah" adalah rebusan daging babi yang dimasak dengan darahnya. Makanan yang pada awalnya hanya dimasak oleh orang-orang kurang mampu, karena menggunakan bahan masakan yang tidak sesuai dengan menu makanan mahal, sekarang bahkan disajikan di sajian makanan Filipina yang paling mewah.
Komentar
Posting Komentar